Renungan tentang seorang Ibu

terima kasih ya ALLAH Engkau masih sudi mengizinkan hamba unutuk menghirup udaraMu dipagi ini

Bismillahirrahmanirrahiim..

     Membahas tentang kasih sayang Ibu tidak akan pernah ada habisnya karena kita akan kekurangan kata2 untuk mengungkapkan betapa besar jasa dan pengorbanan ibu kita yg telah mengizinkan kita dalam waktu 9 bulan berada didalam rahimnya tanpa mengeluh sedikitpun dengan kesakitan yg dirasakannya setiap saat.. dengan ketulusan dan cintanya Ibu merawat tubuh mungil kita sampai kita beranjak dewasa tanpa lelah.. ya ALLAH gantikanlah air mata Ibu yg sllu menetes karena aku dengan syurgaMu.. Sayangi Ibuku ya Rabbi..

Berikut ini kalimat yg sangat menyentuh saya download dari youtube

“Renungan Ibu”

Suatu ketika.. seorang bayi siap untuk dilahirkan kedunia
menjelang diturunkan dia bertanya kepada Tuhan
“para malaikat disini mengatakan bahwa besok Engkau akan mengirimku kedunia
tapi bagaimana cara saya hidup disana.. saya begitu kecil dan lemah” kata sibayi
Tuhan menjawab “Aku telah memilih satu malaikat untukmu Ia akan menjaga dan mengasihimu

“tapi disyurga apa yg saya lakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa.
ini cukup bagi saya untuk bahagia” demikian kata sibayi
Tuhanpun menjawab “malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari,
dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan jadi lebih berbahagia.

si bayipun bertanya kembali “dan apa yg dapat saya lakukan saat saya ingin berbicara kepada-Mu?”
sekali lagi Tuhan menjawab. “malaikatmu akan mengajarkan bagaimana cara kamu berdo’a”

sibayipun masih belum puas. Iapun bertanya lagi “Saya mendengar bahwa dibumi banyak orang jahat. siapa yg akan melindungi saya?”
Dengan penuh kesabaran Tuhanpun menjawab “malaikatmu akan melindungimu dengan taruhan jiwanya sekalipun”

si bayipun tetap belum puas melanjutkan pertanyaannya “tapi saya akan bersedih karena tidak melihat Engkau lag”
Dan Tuhanpun menjawab “malaikatmu akan menceritakan kepadamu tentang AKu. dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepada-Ku.
walaupun sesungguhnya Aku selalu berada di sisimu”

Saat itu syurga begitu tenangnya, sehingga suara dari bumi dapat terdengar dan sang anak dengan suara lirih dan bertanya.
“Tuhan…
jika saya harus pergi sekarang. bisahkah Engkau memberitahu siapa nama malaikat dirumahku nanti?
Tuhanpun menjawab. “kamu dapat memanggil malaikatmu….
IBU…
Kenanglah Ibu yg menyayangimu
untuk Ibu yg selalu meneteskan air mata ketika kau pergi..
Ingatkah engkau ketika Ibumu rela tidur tanpa selimut demi melihatmu tidur nyenyak dengan dua selimut membalt tubuhmu
Ingatkah engkau ketika jemari Ibu mengusap lembut kepalamu?
… dan ingatkah engkau ketika air mata menetes dari mata ibumu ketika ia melihatmu terbaring sakit?
Sesekali jenguklah ibumu yg selalu menantikan kepulanganmu dirumah tempat kau dilahirkan
Kembalilah memohon maaf pada ibumu yg selalu rindu akan senyumanmu
Jangan biarkan engkau kehilangan saat-saat yg akan kau rindukan dimasa datang.
Ketika ibu telah tiada…
Tak ada lagi yg berdiri didepan pintu menyambut kita
Tak ada lagi senyuman indah…
Tanda bahagia.
Yang ada hanyalah kamar kosong tiada penghuninya.
Yang ada hanyalah baju yg digantung di lemari kamarnya
Tak ada lagi dan tak akan ada lagi yg meneteskan air mata mendo’akanmu disetiap hembusan nafasnya
Kembalilah segera….
Peluklah ibu
Yang selalu menyayangimu…
Ciumlah kaki ibu yg selalu merindukanmu
dan berikanlah yg terbaik diakhhir hayatnya
Kenanglah semua cinta dan kasih sayangnya….
“ya ALLAH.. mata saya basah menuliskannya”
(My mom’s  is my hero..)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s